
"seniman Tradisi seperti Nasib Gula" Kata Itulah Yang Mungkin sangat Tepat Pada Posisi Seniman Tradisi Saat ini Apa bedanya dg cerita "Minuman Kopi" jika kopi tersebut kurang manis maka gula yg disebut dan dibutuhkan tetapi jika minuman kopi tersebut pas dan enak rasanya maka kopilah yg disebut bahkan mendapatkan pujian,tak bisa kita pungkiri Perumpamaan tersebut terjadi nyata didepan mata,,begitu banyak orang memandang sebelah mata pada seniman tradisi,Pengakuan Peduli tak diimbangi dg kenyataan apalagi adanya kebijakan yg berpihak terhadap seniman tradisi,semua berbicara diaspek seninya saja sementara nasib para pelakunya itu sendiri yg merupakan ujung tombak lestarinya seni tradisi tak tersentuh bahkan diposisikan seperti masyarkat biasa saja padahal jasa para pelaku seni begitu sangat besar terutama dalam membawa nama baik daerah di kancah nasional maupun internasional,membentuk jatiDiri dan karakter bangsa,memperkokoh persatuan dan kesatuan Bangsa,Mendukung Pembangunan Bangsa Seutuhnya, (Ws)